Macam-Macam Pelumas Pada Kendaraan Otomotif
![]() |
Macam-Macam Pelumas Pada Kendaraan Otomotif. |
Sebuah kendaraan pastinya memiliki sebuah pelumas untuk menjaga keawetan dan mencegah kerusakan suatu komponen kendaraan. Tak hanya itu, pelumas juga berguna untuk menjaga agar komponen tetap bersih dan anti karat.
Ngomong-ngomong soal pelumas, terdapat banyak macam dari pelumas sendiri. Berikut kami rangkum macam-macam pelumas dalam kendaraan otomotif.
A. Oli Mesin.
Oli mesin merupakan salah satu pelumas paling dikenal. Oli mesin berguna untuk melumasi bagian bagian dari mesin. Bagian-baiannya yaitu mulai dari poros engkol, bagian katup, dll.
Sifat-Sifat Oli Mesin.
Oli mesin memiliki sifat-sifat berikut.
- Bersifat Melumasi.
- Bersifat Pembersih.
- Bersifat Pendingin.
Syarat-Syarat Oli Mesin.
- Agar menjadi pelumas yang baik, oli mesin harus memiliki syarat berikut ini.
- Memiliki kekentalan yang pas, baik kondisi temperatur tinggi maupun rendah.
- Tidak bersifat merusak komponen mesin.
- Tidak menimbulkan busa dan tidak mudah menguap ketika digunakan.
B. Oli Roda Gigi (Gear Oil).
Oli roda gigi merupakan pelumas yang digunakan pada komponen-komponen kendaraan khusus seperti pada transmisi, gardan, dan steering gear.
Sifat-sifat dari oli roda gigi ini hampir sama dengan oli mesin karena fungsinya sama yaitu untuk melumasi.
Syarat-Syarat Oli Roda Gigi.
Adapun syarat-syarat oli roda gigi adalah sebagai berikut.
- Kekentalannya pas dan tidak terpengaruh temperatur/suhu.
- Tahan terhadap suhu panas maupun dingin. Artinya oli tidak mudah menguap saat panas dan yidak membeku saat dingin.
C. Grease.
Grease merupakan pelumas yang berbentuk setengah padat. Fungsinya yaitu untuk melumasi komponen kendaraan yang biasanya bergesekan. Tujuannya adalah agar komponen tersebut bergesekan dengan lembut tanpa adanya kerusakan.
Contoh komponen yang biasanya menggunakan grease adalah propeller shaft, steering linkage, ball joint, kopling, suspension arm, dan lain-lain.
Sifat-Sifat Grease.
- Bentuknya lebih padat sehingga tahanan nya pun lebih besar daripada pelumas lainnya.
- Lebih awet karena grease tidak dapat mengalir atau menyebar seperti oli.
- Mempunyai daya tahan yang lebih tinggi terhadap beban.
Kesimpulan.
Dari ketiga pelumas diatas, bahwa ketiganya memiliki sifat-sifat nya masing-masing sehingga setiap pelumas diatas harus digunakan pada komponen yang sesuai dengan fungsinya.